Showing posts with label Wisata Muslim. Show all posts
Showing posts with label Wisata Muslim. Show all posts

Lombok Mulai Garap Wisata Halal

Lombok Mulai Garap Wisata Halal - Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar Halal International Travel Mart pada 2016.

pameran wisata yang belum ditetapkan detail waktunya ini, akan melengkapi empat destinasi halal pulau ini yang siap tahun depan. Pasar yang dibidik untuk wisata halal adalah wisatawan Timur Tengah, walau tak menutup kemungkinan dari wilayah lain.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lalu Mohammad Faozal, mewakili Gubernur NTB, mengutarakan hal tersebut saat peluncuran branding Pesona Lombok Sumbawa dan kalender Event NTB 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Senin (14/12).

Wisata halal adalah pelayanan pariwisata yang merujuk pada aturan-aturan Islam. Selain makanan halal, di semua hotel dan restoran yang berlabel halal disediakan mushala umum yang sesuai standar dan dipisahkan tempat untuk perempuan dan laki-laki. Di kamar-kamar hotel disediakan sajadah dan Alquran selain Alkitab juga.

“Peraturan daerah sudah siap yang menetapkan Lombok sebagai destinasi halal. Audit jasa usaha wisata halal juga sudah selesai. Sekarang sedang memproses satu-dua destinasi agar sesuai dengan wisata halal,” kata Faozal.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty yang juga datang dalam acara itu menjelaskan pentingnya wisata halal karena wisatawan muslim internasional butuh ‘pernyataan’, misalnya dalam bentuk sertifikasi, bahwa tempat-tempat yang akan dikunjungi itu halal.

Target jumlah wisatawan pada 2016 mencapai 3 juta orang yang terbagi dua antara wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara, termasuk di dalamnya wisatawan dari Timur Tengah. Angka wisatawan yang tercatat tahun ini adalah 800 orang.

Target 3 juta, menurut Faozal, didasarkan pada konektivitas yang kini memungkinkan karena maskapai Emirates dan Qatar Airways melayani penerbangan langsung dari Abu Dhabi dan Dubai ke Bali sampai sembilan kali sehari.

“Etihad belum ada slot untuk mendarat di Bali. Kita berharap semoga Etihad dengan 250 jejaringnya bisa segera mendarat di Bali,” kata Faozal.

Pada 20 Oktober 2015, Lombok terpilih sebagai The World’s Best Halal dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang World Halal Travel Awards 2015 di Dubai, Emirat Arab. Pada ajang itu, Indonesia dinobatkan sebagai World’s Best Family Friendly Hotel untuk Sofyan Hotel Jakarta.(Wisata Muslim)

Tarik Investor Wisata Halal, Indonesia Harus Tingkatkan Promosi

Tarik Investor Wisata Halal, Indonesia Harus Tingkatkan Promosi - Untuk meningkatkan investasi wisata halal, Indonesia dinilai harus meningkatkan promosi. Sebab, segmen wisata ini bukannya tanpa peminat.

Pernah menyelenggarakan konferensi investasi pariwisata di lima negara Asia, General Manager Spehere Confrence Singapore, Patricia Cheong, melihat Indonesia punya potensi bagus untuk pariwisata halal jika diiringi kemampuan promosi yang baik. Ia yakin ada banyak investor yang tertarik dengan produk pariwisata khusus semacam itu.



Berbasis di Singapura, menurutnya, wisata halal di Singapura tidak sebesar di Indonesia mengingat komunitas Muslim di sana adalah ke dua terbesar setelah komunitas Tionghoa. Tapi Pemerintah Singapura mendukung penuh dan memetakan potensi yang dimiliki. Didorong usaha lebih, Malaysia dan Indonesia bisa lebih bagus lagi untuk meningkatkan pariwisata halalnya.

Dalam gelaran Hospitality Invesment Conference Indonesia (HICI) 2016 pada 28-29 April mendatang, Patricia mengatakan partisipan yang akan datang berasal dari Singapura, Malaysia dan Cina. Pelaku industri wisata dari Timur Tengah juga diharapkan bisa hari di perhelatan HICI ke dua ini di Jakarta.

Kepala Bidang Investasi Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Hengky Manurung, mengatakan, dalam waktu dekat perwakilan Pemerintah Indonesia akan menemui perwakilan eMart Dubai dan Damac Properties untuk menjajaki kemungkinan investasi infrastruktur pariwisata.

Soal investasi Timur Tengah untuk wisata halal Indonesia, Hengky menyatakan investor Timur Tengah berhati-hati, tapi tahun ini nampaknya akan ada investor dari sana yang berminat.

Hengky menuturkan, fasilitas pariwisata halal lebih pada pengoperasian. Yang positif bagi Indonesia, halal jadi tren karena memenuhi unsur kesehatan, tidak bicara soal agama tertentu, dan urusannya lebih pada gaya hidup.

"Ini pilihan bagi pemilik dan pengelola fasilitas pariwisata," kata Hengky dalam konferensi pers rencana kegiatan Hospitality Investment Conference Indonesia (HICI) 2016, Rabu (3/2).

Lombok sudah jadi destinasi halal dan akan menyusul beberapa daerah lain seperti Sabang di Aceh yang sedang dalam pengembangan. Walaupun investor belum ada yang mengarahkan modalnya ke sana.

Untuk infrastruktur wisata halal seperti hotel, diakuinya saat ini hotel halal di Indonesia memang belum ada yang di atas bintang tiga.

Di akhir 2015, realisasi investasi pariwisata mencapai sekitar Rp 100 triliun atau 4,1 persen dari total investasi nasional.(Wisata Muslim)

Cek HalalTrip untuk Wisata Halal

Cek HalalTrip untuk Wisata Halal - Bagi pelancong Muslim, kini tak perlu khawatir mencari rekomendasi tempat berlibur yang mengakomodir kebutuhan sebagai seorang Muslim, misalnya kota atau negara dengan masjid, serta ketersediaan restoran-restoran bermenu halal. Sebuah portal travel online, HalalTrip, menyediakan sarana pencarian lokasi bagi Muslim yang hendak berlibur

Masih bingung mencari tujuan Wisata Halal?



HalalTrip pun menyediakan daftar sepuluh destinasi liburan terbaik untuk Muslim. HalalTrip menyediakan jasa tersebut dengan tujuan menginspirasi pelancong Muslim untuk menemukan pengalaman baru dan destinasi-destinasi unik untuk dikunjungi di tahun 2016 ini.

Berdasarkan pengamatan HalalTrip, saat ini para pelancong Muslim berkembang makin gemar mencari petualangan-petualangan baru di tempat mereka berlibur. Melalui sepuluh destinasi rekomendasi tersebut, HalalTrip ingin memberikan rekomendasi dengan cara lebih menarik dan interaktif.

“Ini pertama kali dihadirkan daftar destinasi khusus untuk wisatawan Muslim, dan kami telah menerima respon yang fantastis,” tutur kepala proyek ‘Best 10’, Raudha Zaini dilansir 7Days, Kamis (4/1).

“Tujuan kami untuk terus memproduksi rekomendasi-rekomendasi unik seperti ini, mendorong pelancong Muslim menemukan pengalaman yang tak terlupakan saat berlibur.”

Daftar rekomendasi tersebut didesain menarik dan solusi kreatif membantu keluarga, pasangan muda, dan anak-anak muda Muslim merencanakan liburan mereka.

Saat ini, rekomendasi yang dimuat HalalTrip dalam situs mereka, halaltrip.com, meliputi tempat-tempat terbaik untuk dikunjungi seperti keajaiban alam, pulau-pulau menarik, tempat liburan keluarga, wisata belanja, hingga tempat liburan yang akan ‘menjauhkan’ pengunjungnya dari gadget. HalalTrip berencana memperluas daftar rekomendasi tersebut mulai bulan ini.(Wisata Muslim)

Praktik Wisata Halal di NTB Masih Perlu Pembenahan

Praktik Wisata Halal di NTB Masih Perlu Pembenahan - Sejumlah hotel dan restoran di Kota Mataram masih belum menerapkan konsep wisata halal secara utuh, meski sudah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB.



Oleh karena itu, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, pembenahan masih harus dilakukan agar hotel dan restoran menerapkan konsep wisata halal dengan baik. Seperti hotel Lombok Raya dan Golden Palace di Kota Mataram, beberapa infrastruktur pendukung wisatawan untuk beribadah dengan nyaman di hotel masih kurang.

Dia merinci, di beberapa hotel belum ada keran untuk wudhu, posisi arah kiblat yang diletakkan tidak tepat di dalam lemari kecil, serta logo halal di restoran yang tidak ada. “Masih perlu ada pembenahan dan kita sudah memberitahu mereka untuk menyiapkan fasilitas dan kemudahan untuk beribadah bagi tamu,” katanya kepada wartawan usai melakukan sidak ke beberapa hotel, Sabtu (6/2).

Menurut dia, data tersebut mereka dapatkan dari hasil sidak di hotel Lombok Raya dan hotel Golden Palace. Amun mengaku sudah menegur para manager hotel tersebut.

Menurutnya, pembenahan terkait wisata halal harus terus dilakukan mengingat NTB khususnya pulau Lombok sudah menerima penghargaan sebagai destinasi halal terbaik dan destinasi bulan madu terbaik.

Sementara, General Manager (GM) Hotel Lombok Raya, I Gusti Lanang mengatakan, hotel akan segera melengkapi pendukung infrastruktur bagi tamu agar nyaman beribadah. Sejauh ini, sosialisasi terus dilakukan MUI NTB dan hotel diberi kebebasan untuk menerapkannya. (Wisata Muslim)

Pulau Lombok Mendapat Predikat Tujuan Wisata Halal Terbaik di Dunia

Pulau Lombok Mendapat Predikat Tujuan Wisata Halal Terbaik di Dunia - Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat Taufan Rahmadi mengatakan posisi Lombok sebagai destinasi wisata halal semakin tinggi menyusul terpilihnya Lombok dalam World Halal Travel Awards 2015 di Abu Dhabi.

"Dengan terpilihnya Lombok waktunya kita berbenah, jangan sampai orang kecewa datang ke Lombok," kata Taufan Rahmadi di Mataram, seperti dilansir Antara, Rabu (21/10) malam.



Di ajang World Halal Travel Award 2015, Pulau Lombok berhasil meraih peringkat pertama di 2 kategori yakni World Best Halal Honeymoon Destination atau Wisata Bulan Madu Halal terbaik di dunia, dan World Best Halal Tourism Destination atau Tujuan Wisata Halal Terbaik di dunia.

Menurutnya, dengan kemenangan ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan warga NTB untuk tetap menjaga kelestarian dan keindahan alam. Termasuk dalam melakukan pembenahan di sektor infrastruktur destinasi wisata dan sumber daya manusia.

"Ini menjadi momentum untuk terus bekerja dan bersinergi dalam rangka memperbaiki pariwisata serta lebih serius lagi menata destinasi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Ainuddin mengatakan dengan terpilihnya Lombok, akan semakin menjadikan daerah itu sebagai daya tarik wisatawan.

"Tentu kemenangan ini sangat berpengaruh bagi Lombok dan NTB, karena dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan, karena daerah ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi," katanya.

Namun demikian, harap Ainuddin, dengan citra Lombok sebagai destinasi wisata halal, tidak hanya sekedar sebagai label atau simbol. Tetapi, lebih dari itu semua, pariwisata NTB bisa menjadi penyemangat untuk bisa mengimplementasikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan.

"Jadi semua harus terlibat, pemda, asosiasi wisata, serta masyarakat. Termasuk pemerintah pusat untuk melakukan pembenahan, karena NTB telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia," tandasnya. (Wisata Muslim)